Sunday, December 4, 2016

5 KULINER KHAS YOGYAKARTA YANG HARUS DICOBA

Wisata kuliner selalu menjadi bagian yang paling penting ketika melakukan traveling. Setiap daerah mempunyai kuliner khas yang tidak bisa kita temui di daerah lain. Walaupun kadang bisa ditemukan di daerah lain atau bahkan di luar negeri, makan atau minum kuliner khas di daerah asalnya selalu mempunyai kenikmatan tersendiri. Nasi Padang saja lebih terasa nikmat ketika dimakan di Kota Padang-nya, dari pada dimakan di Kota Jogja. Kalau Anda traveling ke Jogja, jangan lupa menyicipi kuliner khas Jogja. Selain wisata alam dan budaya, Jogja juga sangat terkenal dengan wisata kulinernya. Jadi, apa saja yang harus Anda cicipi ketika berada di Jogja?

1. GUDEG



siapa to yang tidak tau gudeg? Bahkan masyarakat indonesia mengerti apa sih itu gudeg? Gudeg itu asal makanan khas dari mana ya? 
Makanan yang berbahan dasar nangka muda ini adalah ikon kuliner khas Jogja. Rasa asli gudeg sebenarnya manis, hal ini yang kadang tidak cocok di lidah orang luar Jawa. Namun cita rasa manisnya gudeg lebih nikmat jika dimakan dengan nasi pulen, sambal goreng krecek, dan gurihnya kuah opor ayam serta tambahan telur, tahu, atau tempe bacem.
Ada dua macam jenis gudeg, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Perbedaannya terletak pada kekentalan santan gudeg, santan gudeg kering lebih kental dibandingkan santan gudeg basah.
Beberapa rekomendasi gudeg Jogja yang terkenal yaitu Gudeg Permata, Gudeg Pawon, Gudeg Yu Djum, Gudeg Tugu, dan Sego Gudeg Nggeneng Mbah Marto. Harga gudeg tersebut berkisar dari Rp7.000,- hingga Rp25.000,-


2.  SATE KLATHAK
 
Sate klathak adalah sate kambing yang hanya dibumbui garam serta dibakar dengan menggunakan jeruji besi sepeda di atas bara arang. Tusukan jeruji besi sepeda inilah yang membuat sate klathak menjadi sate yang unik dan khas. Jeruji besi berfungsi untuk menghantarkan panas agar daging kambing matang dengan merata. Sate klathak dimakan dengan sajian kuah gule.
Bagi Anda pecinta masakan berbahan daging kambing, Anda tidak boleh melewatkan kuliner unik ini. Beberapa rekomendasi sate klathak di Jogja yaitu Sate Klathak Pak Pong, Sate Klathak Pasar Jejeran, dan Sate Klathak Pak JeDe. Harga sate klathak berkisar antara Rp12.000,- hingga Rp30.000,-.


3. KOPI JOSSSSS


Kopi joss adalah kopi hitam yang diseduh dengan air mendidih, dicampur gula, dan ditambah arang panas. Ketika arang dicelupkan ke dalam kopi, akan terdengar suara yang berbunyi “josss”. Kopi joss dipercaya menghilangkan sakit perut seperti kembung dan mules.
Kopi joss yang terkenal di Jogja adalah kopi joss di Angkringan Lik Man, terletak di bagian utara Stasiun Tugu. Beberapa rekomendasi kopi joss ada di sekitaran Stasiun Tugu. Harga kopi joss berkisar antara Rp3.000,- hingga Rp5.000,-.
harganya murah kan? hehe buruan dicoba :D Kalau yang aku suka di daerah stasiun tugu 


4. SEGO KUCING 

Ada yang belum tau apa itu sego kucing, atau nasi kucing? yaitu nasi yang dibungkus di dalam daun pisang dengan campuran ikan teri, sambal, atau tempe di bagian atasnya. Disebut dengan sego kucing karena nasi ini dibuat dalam porsi kecil, hanya beberapa kali suapan, seperti porsinya kucing. Sego kucing adalah menu utama di angkringan.
Bagi mahasiswa Jogja, makan di angkringan adalah cara terbaik untuk menghemat uang saku yang pas-pasan. Beberapa rekomendasi sego kucing yang populer di kalangan masyarakat Jogja atau pun mahasiswa Jogja adalah Angkringan Lek Man, Angkringan KR, Angkringan Bonbin, Angkringan Nganggo Suwe, dan Angkringan Pendopo Ndalem. Harga sego kucing berkisar Rp1.000,- hingga Rp3.000,-.
 

5. BAKPIA 

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang.
Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathuk (Pathok), Yogyakarta, sehingga dikenal dengan sebutan Bakpia Pathuk. Mengingat masyarakat Yogyakarta mayoritas beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.
Di kampung Pathuk, dulunya penduduk tidak mengenal istilah "merek", sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel "nomor rumah produsen", misalnya nomor 75, 25, 531, 125, dan lain sebagainya. Lalu muncul beberapa merek bakpia yang bukan dari nomor rumah, seperti Djava, Ayu, Vista, dan lain-lain.
Seiring berjalannya waktu, isi bakpia tidak hanya kacang hijau, sekarang sudah banyak varian rasa, mulai dari cokelat, keju, durian, hingga cappuccino dan abon sapi. Bakpia termasuk salah satu ikon kuliner Jogja yang populer.

Beberapa bakpia rekomendasi di Jogja adalah Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Pathuk 25, Bakpia Pathuk 75, Bakpia Pia, dan Bakpia Merlino. Harga bakpia berkisar antara Rp15.000,- hingga Rp30.000,-.




 
Lezatnya rasa bakpia menjadikan kue ini menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Bakpia bisa didapatkan di toko bakpia atau toko yang menjual oleh-oleh khas Yogyakarta.





No comments:
Write comments

Recommended Posts × +